FITRIANI TRI RAHAYU

Guru di SMPN 2 Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah...

Selengkapnya
Navigasi Web
KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA DENGAN MEDIA GAMBAR BERANTAI (bagian 2)

KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA DENGAN MEDIA GAMBAR BERANTAI (bagian 2)

#TantanganGurusiana hari ke-13

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA

MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERANTAI BAGI SISWA KELAS IXF SMP N I PENGADEGAN PADA SEMESTER GENAP

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB II

LANDASAN TEORITIS

1. Menulis

Menurut Darmadi ( 1996 ), kemampuan menulis adalah kemampuan yang sangat kompleks. Menulis melibatkan cara berpikir dan kemampuan mengungkapkan pikiran dan gagasan serta perasaan dalam bentuk bahasa tertulis. Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan dengan tulisan.

Menulis sebagai keterampilan produktif membutuhkan ketepatan dalam penggunaan bahasa. Darmadi ( 1996 : 1 ) mengungkapkan bahwa kemampuan menulis tidak diperoleh dari warisan, tetapi didapatkan melalui proses belajar. Hal senada juga diungkapkan Tarigan ( 1994 ) bahwa menulis merupakan alat komunikasi secara tidak langsung. Oleh karenanya, kemampuan tersebut dapat diperoleh dengan cara praktik yang teratur.

2. Drama

Drama berasal dari bahasa Yunani “Draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Drama berarti perbuatan, tindakan, beraksi, atau action (Waluyo, 2001:2). Dalam kehidupan sekarang, drama mengandung arti yang lebih luas, drama sebagai salah satu genre sastra atau drama sebagai kesenian yang mandiri.

Naskah drama merupakan salah satu genre sastra yang disejajarkan dengan puisi dan prosa, sedangkan pementasan drama adalah salah satu jenis kesenian mandiri yang merupakan integrasi antara berbagai jenis kesenian seperti musik, tata lampu, seni lukis ( dekorasi dan panggung ), seni kostum, seni rias, seni tari, dan lain sebagainya. Jika kita membicarakan pementasan drama, maka kita dapat mengarahkan ingatan pada wayang, ludrug, ketoprak,lenong dan film.

3. Media Pendidikan

Penggunaan media pembelajaran sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran sangat dibutuhkan kreativitasnya untuk memilih media yang sesuai bagi siswa.

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi ( Sadiman, 2009 : 6 ). Gagne ( dalam Sadiman dkk, 2009 : 6 ) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Media merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu atau mempermudah proses pembelajaran. Media merupakan sarana untuk mengantarkan informasi kepada siswa.

Menurut Kustandi dan Sutjipto, ( 2011 : 9 ) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang ingin disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa media pendidikan adalah sarana pengantar informasi bahan pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk menarik dan menumbuhkan daya kreaivitas siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar yang maksimal.

4. Media Gambar Berantai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Poerwadarminta:292), definisi gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan,dsb) yang dibuat dengan coretan pensil dsb pada kertas dsb. Jika kita perhatikan terdapat banyak kata dsb pada pendefinisian tersebut. Ini menunjukkan betapa luasnya definisi atau pengertian gambar. Tulisan dsb yang pertama menunjukkan bahwa gambar tidak hanya terbatas pada tiruan orang, binatang, tumbuhan, tapi bisa juga tiruan lainnya, dsb yang kedua menggambarkan proses pembuatannya tidak terbatas pada coretan pensil, bisa juga dengan pointer menggunakan mouse diprogram menggambar di komputer. Tulisan dsb terakhir menunjukkan bahwa media untuk menggambar tidak hanya terbatas pada kertas, bisa juga pada dinding, lembaran kayu, atau pada kanvas.

Gambar berantai adalah gambar yang saling terkait antara satu sama lain. Gambar yang satu dengan yang lain saling berhubungan layaknya sebuah rantai, tidak bisa lepas satu sama lain.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post